Sebuah Pelajaran Tentang teriknya Panas Matahari dan Keindahan Bunga
Kemarin aq diajak ama teman ke Silalahi, sebenarnya berat untuk ikut kesana tapi setelah aq pikir-pikir toh aq disana bisa menikmati pemandangan indahnya danau toba. Selama Perjalanan kami cerita tentang keadaan Komunitas kami, setelah menempuh perjalanan 1.5 Jam dari Kota Sidikalang ( Maklum Jalannya Rusak parah ) tibalah kami di Kecamatan Silahi sabungan, sebuah kecamatan yg berada tepat di pinggiran danau toba.
Setelah menyelesaikan beberapa urusan, dibawah teriknya matahari kami pun beranjak mencari tempat yg cocok untuk menikmati indahnya danau toba, setelah keliling-keliling dengan menggunakan mobil dan gak lama kami memilih tempat yang bagus “angelnya” untuk menikmati pemandangan, tempat yang ditumbuhi Pohon besar rindang dan di sekitarnya banyak di tumbuhi bunga-bunga sehingga menambah indahnya danau toba.
Satu hal yang damai, Sambil menikmati makanan dan minuman ringan kami bercengkrama, cerita dan berbagi pengalaman.
Setelah lama bercengkrama aq mulai melihat kearah bunga-bunga yang tertanam rapi dan indah dengan warna-warninya yang tak hilang sedikitpun keindahannya walau dibawah sengatan matahari yang terik, panasnya matahari seakan tak membuatnya berubah dari keindahannya untuk di nikmati oleh mata.
Dampak teriknya matahari hanya mempengaruhi daunnya yang hijau manjadi sedikit agak layu.
Aq mulai berusaha untuk menarik suatu pelajaran dari panasnya terik matahari terhadap bunga-bunga ini
Sobat….keindahan, anugerah, kepintaran, apapun yang baik yang ada pada diri kita biarlah itu tetap ada didalam kehidupan kita walaupun “dibawah teriknya matahari” baik itu persoalan hidup, masalah, sakit hati, atau apapun itu semua tapi yakinkan diri kita masing-masing bahwa akan datang sore hari dimana “teriknya matahari” itu akan pergi dan akan datang malam yang akan memberikan ketentraman dan akan datang juga pagi hari yang akan memberikan embun pagi yang menyejukkan “daun-daun” itu dan semua akan kembali seperti semula kita akan dipulihkan, sehingga mampu memberikan keindahan kehidupan kita kembali bagi orang lain.
Dan satu hal yang pasti Panas matahari hanya datang satu kali dalam sehari, tapi kesejukan (Pemulihan) itu akan datang berkali-kali, di mulai dari sore, malam, dan pagi hari yang memberikan embunnya.
Sobat…. seberapa panas kah “matahari” itu dalam hidupmu ? sadarilah itu gak akan terjadi selamanya, Tetap semangat dan Optimis, GBU
2 comments 04/03/2010
